SULBAR.ISN.CO.ID – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI mengawali rangkaian Wirasena Youth Camp 2026 dengan sesi orientasi di Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Kamis (22/10). Sesi ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal program sekaligus membangun kedekatan sebelum mengikuti rangkaian pembelajaran selama 10 hari ke depan.
Fasilitator sesi pertama, Wira, menjelaskan bahwa orientasi dirancang untuk memperkenalkan alur kegiatan sekaligus menciptakan ruang yang aman bagi peserta untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun kepercayaan.
Menurutnya, kedekatan antarpeserta penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang saling mendukung, terutama karena mereka berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang yang berbeda.
Dalam sesi orientasi, peserta diajak memetakan harapan dan kekhawatiran serta menyusun kesepakatan bersama selama program berlangsung. Melalui kegiatan ini, peserta mendapat ruang untuk menyampaikan perasaan dan pandangan sekaligus memahami bahwa menghadapi lingkungan baru dapat menghadirkan beragam kekhawatiran.
Proses tersebut diharapkan membantu peserta merasa lebih nyaman, membangun rasa percaya, dan saling menguatkan selama mengikuti program.
Metode pembelajaran juga dirancang agar peserta terlibat aktif dalam setiap sesi. Selain penyampaian materi, kegiatan akan diisi dengan permainan dan diskusi. Penggunaan gallery wall dan sticky notes turut mendorong peserta menyampaikan ide, berbagi perspektif, serta berinteraksi satu sama lain.
Melalui pendekatan ini, peserta diharapkan dapat menjalani proses pembelajaran dengan nyaman dan memperoleh pengetahuan yang relevan untuk diterapkan di daerah masing-masing.
Wira mengatakan, manfaat utama program ini adalah bekal pengetahuan yang dapat dibawa pulang peserta untuk mendorong perubahan positif di lingkungan mereka.
“Yang paling penting, mereka mendapatkan ilmu untuk dibawa ke daerah masing-masing dan membuat perubahan di daerahnya,” ujar Wira.
Melalui Wirasena Youth Camp 2026, para pemuda diharapkan mampu mengembangkan kapasitas diri, memperluas perspektif, dan membangun kolaborasi sebagai bekal untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah masing-masing.(***)











