oleh

UT Hadir di Daerah Lalla Tassisara’ Mengemban Misi Pengembangan SDM

SIN.CO.ID – Waktu 14 tahun perjalanan pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, resmi terbentuk daerah otonomi baru (DOB) pada 14 Desember 2012 dan ditetapkan secara hukum berdasarkan UU Nomor 4 Tahun 2013.

Modal spirit dan ruang formal untuk berakselerasi ini menjadi penting artinya di tengah percaturan seluruh kawasan yang belum dan sedang berkembang menuju daerah maju. Menata dan mewujudkan filosofi awal yang berakar pada kesejahteraan, kemandirian daerah adalah pijakan dasar pembangunan.

Kabupaten dengan motto Lalla Tassisara’ (bersatu dalam keragaman) tentu masih muda dan perlu semakin kerja keras membangun daerah dan masyarakatnya. Salah satu yang mendasar dan jadi fokus perhatian pemimpin daerah ini adalah pengembangan sumberdaya manusia (SDM).

Dr. Askary Anwar, Wakil Bupati Mamuju Tengah saat ini tahu benar kondisi riil daerah yag dipimpinnya bersama bupati Dr. H. Arsal Aras. Bagi Askary, 56 tahun, yang lahir dari seorang Ibu pendidik akan terus menjadikan modal sosial dan sejarah hidupnya yang ditempa di dunia pendidikan — baik non formal maupun jenjang formal — untuk mengembangkan SDM di dalam pemerintahan yang dipimpinnya dan secara luas masyarakat Mamuju Tengah.

Baca Juga  Prabowo Salurkan Puluhan Hewan Qurban ke Ponpes-ponpes dan Ormas Keagamaan di Jawa Timur

“Ketika status formal kabupaten ini sudah di tangan belasan tahun lalu, kami mulai diperhadapkan secara nyata yakni minimnya SDM untuk mengakselerasi pembangunan. Ketika kelembagaan dinas, badan, kantor dan seterusnya harus dilengkapi, kami mulai sadar SDM kita terbatas,” jelas Dr. Askary di suatu waktu awal 2025.

Kenyataan akan terbatasnya SDM yang kita miliki mengharuskan kami selalu pemimpin daerah kemudian menerabas langkah-langkah strategis dengan mengidentifikasi personel di pemerintahan untuk diberi jalan dan legalitas belajar atau mrlanjutkan sekolah sesuai jenjang yang dibutuhkan, terutama jenjang Sarjana Lengkap (S1) dan Magister (S2). “Kami selektif pada spesifikasi keilmuan apa yang relevan dengan kebutuhan daerah,” kata Askary menambahkan.

Baca Juga  Pasangan India Nikah di Udara untuk Hindari Kerumunan

Ketika Universitas Terbuka (UT) melebarkan sayap perguruan tinggi ke Mamuju Tengah — dari yang sebelumnya hanya berbasis di Kabupaten Majene — pada awal tahun 2026, Pemerintah Mamuju Tengah menyambut gembira. Bagi UT, kehadirannya di Mamuju Tengah merupakan akses pendidikan tinggi yang terjangkau tanpa mengharuskan masyarakat meninggalkan daerah asal, dan kemudahan pembelajarannya sebab memungkinkan mahasiswa bekerja sambil meningkatkan kompetensi profesionalnya.

Baca Juga  Stimulus Diskon 50 Persen Pembayaran BPHTB

Pengayaan SDM yang akan bermuara pada akselerasi sumberdaya untuk pembangunan Mamuju Tengah secara strategis mewujud secara kontinyu, yang seperti pada Sabtu pagi, 22 Agustus 2026 di Topoyo, Mamuju Tengah, pihak UT melaksanakan perkuliahan umum lalu menghadirkan pembicara utama, yakni Dr. H. Askary Anwar.

Dalam keterangan tertulisnya kepada media ini, Askary mengatakan bahwa kehadirannya di forum mahasiswa UT memiliki relevansi kuat dengan upaya Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah mendorong peningkatan sumberdaya manusia (SDM).

Pihaknya menambahkan, mahasiswa dan pemuda sebagai bagian penting Mamuju Tengah perlu diberi ruang berekspresi sesuai kemampuan inovatif dan keahlian berpikir tekhnis untuk secara bersama-sama melakukan akselerasi pembangunan Kabupaten Mamuju Tengah yang tercinta ini.

SARMAN SAHUDING

News Feed