SULBAR.SIN.CO.ID – Kebutuhan vital air bersih semakin sulit didapatkan oleh Rakyat terutama di saat musim kemarau seperti yang terjadi sejak awal semester kedua tahun 2026 ini. Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, adalah salah satu daerah terdampak signifikan akibat kemarau panjang tahun ini.
Di tengah kondisi kekeringan, kesulitasn air bersih, oase kehidupan datang dari keluarga dermawan: Haji Damris, 55 tahun. Keluarga ini memang dikenal royal berbagi kepada sesama, terutama dengan keadaan kemerosotan ekonomi saat ini yang diperparah kemarau sehingga sulit beroleh air bersih.
Masyarakat Desa Pontana Kayyang, Kecamatan Budong-Budong, Mamuju, beruntung atas kesigapan PT Sridamayanti Agro Nusantara (SDM), perusahaan milik keluarga H. Danris, menyiapkan 6 tangki air bersih untuk dibagikan kepada masyarakat desa.
Kegiatan pembagian 6 tangki air bersih kepada masyarakat Pontana Kayyang dikoordinir oleh Rian Saputra Damris, direktur utama perusahaan SDM tersebut. Pembagian ini dilakukan pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Kepedulian perusahaan yang kini dikendalikan oleh salah seorang anak lelaki Haji Damris, tentu ini bentuk kelanjutan dari langkah dan gerakan sosial yang selama ini dilakukan oleh Haji Damris. Pemenuhan air bersih untuk masyarakat Pontana Kayyang bukan semata pemberian air bersih, lebih dari itu untuk pengisi dahaga dalam rongga dada setiap masyarakat yang menggunakannya.
PT SDM melanjutkan pemberian air bersih untuk masyarakat Desa Babana, Mamuju Tengah, yang dilakukannya pada Senin, 31 Agustus 2026.
Di Mamuju Tengah terdapat beberapa perusahaan kebun sawit skala besar, namun hingga kini belum menunjukkan kepedulian, misalnya dengan sukarela mengeluarkan dana program bantuan sosial (CSR) yang dihasilkan perusahaan selama ini. Tentu Rakyat berharap langkah yang dilakukan oleh PT SDM diikuti perusahaan lain agar masyarakat desa terbantu, paling tidak bisa mendapatkan air bersih secara gratis.
Masalah kesulitan akses air bersih oleh Rakyat hanya semacam setitik noda di tengah gurung pasir yang luas. Tapi meski begitu berbuat kecil di tengah kesulitan yang mendera Rakyat jauh lebih berarti ketimbang hanya berpangku tangan belaka.
Sebesar-besarnya kepedulian sosial adalah bertindak kecil, dan ini jauh lebih bermartabat di tengah kehidupan sosial Rakyat yang sungguh menantang.
Dan, langkah yang dilakukan Dian Saputra Damris, dengan penyediaan air bersih, walau sebesar Zarrah tetap akan mendapatkan pahala yang setimpal. Gerakan sosial semacam ini menjadi oase di tengah rasa kepedulian yang kian meredup.
SARMAN SAHUDING

