SULBAR.SIN.CO.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menghadiri dan mendukung penuh gelaran semarak Jambore Kader Posyandu Tingkat Kabupaten Mamuju Tahun 2026 yang berlangsung meriah di Atrium Maleo Town Square (MATOS) Mamuju, Selasa (01/09/2026).
Mengusung tema bertajuk “Clash of Cadre: Kader Terampil, Posyandu Aktif, Masyarakat Sehat”, ajang ini dibuka secara resmi oleh Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi. Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju, dr. Sita Harit Ibrahim, para Kepala Puskesmas, serta 108 kader Posyandu utusan terbaik dari berbagai wilayah se-Kabupaten Mamuju. Hadir mewakili DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas, Putry Anindy, menjadi salah satu panelis narasumber utama dewan juri.
Dalam pemaparan materinya yang dinamis, Putry Anindy menekankan pentingnya pemanfaatan media inovatif dalam pelaksanaan Langkah 5 Posyandu. Ia mendorong para kader untuk bertransformasi dari cara-cara edukasi konvensional menjadi fasilitator kesehatan yang kreatif dan komunikatif.
“Tantangan komunikasi kesehatan hari ini adalah banjir informasi dan durasi perhatian yang makin pendek. Kita tidak cukup lagi mengandalkan ceramah satu arah,” kata Putry Anindy.
Ia menegaskan, Kader Posyandu harus mampu menyederhanakan materi medis menjadi pesan yang menarik, mudah dipahami, dan menggerakkan masyarakat melalui alat peraga interaktif maupun pemanfaatan media digital seperti WhatsApp Group Ibu Pandai.
Dalam kesempatan tersebut, Putry Anindy membagikan beberapa strategi dan poin penting terkait komunikasi kesehatan di tingkat Posyandu. Transformasi Peran Kader, dimana Posyandu saat ini bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan keluarga. Kader tidak hanya mencatat data, tetapi menjadi penggerak, pendamping, dan agen perubahan perilaku.
Prinsip Libatkan 5 Indera (5M) melaui Edukasi di Langkah 5 Posyandu menjadi lebih membekas apabila melibatkan indera melihat, mendengar, memegang, memainkan, dan melakukan secara langsung. Inovasi Berbasis Kreativitas: Media edukasi tidak harus mahal. Pemanfaatan barang bekas (karton, puzzle, kotak misteri) serta ekosistem digital terbukti sangat ampuh merubah pengetahuan menjadi tindakan nyata masyarakat.
Pola Komunikasi ‘3T’ dengan menyajikan penyuluhan yang efektif dengan teknik Tanya (memancing rasa ingin tahu), Tunjukkan (menggunakan alat peraga), dan Tindakkan (mengajak masyarakat bertindak).
Kehadiran DKPPKB Sulbar dalam ajang Clash of Cadre ini semakin mempertegas komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk terus membina, mengasah keterampilan, dan mengapresiasi para kader Posyandu sebagai garda terdepan terwujudnya masyarakat Sulawesi Barat yang sehat, maju, dan Sejahtera, sebagaimana visi yang diusung Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka.(***)

