oleh

DKPPKB Sulbar dan TP PKK Perkuat Intervensi Gizi melalui Pemanfaatan Pekarangan Rumah

SULBAR.SIN.CO.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan intervensi gizi anak, pencegahan stunting, penguatan kesehatan remaja putri dan ibu hamil melalui pemanfaatan pekarangan rumah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sin Cafe, Kabupaten Pasangkayu, Rabu (19/8/2026) dan diikuti oleh Sekretaris TP PKK Kabupaten Pasangkayu serta kepala desa terpilih di lingkungan Kabupaten Pasangkayu.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat intervensi gizi berbasis keluarga dan masyarakat dengan mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi.

Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menekankan bahwa upaya pencegahan stunting tidak hanya dilakukan melalui intervensi di fasilitas kesehatan, tetapi juga perlu diperkuat dari lingkungan keluarga.

Baca Juga  Mobil ATM Sampah Keliling, Inovasi Mengatasi Persoalan Sampah

Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam memastikan kebutuhan gizi terpenuhi sejak masa kehamilan hingga periode tumbuh kembang anak.

“Pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga. Pekarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk menyediakan sumber pangan bergizi yang mudah dijangkau, sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan keluarga,” ujar dr. Nursyamsi.

Pemanfaatan pekarangan diarahkan untuk mendukung ketersediaan pangan bergizi bagi keluarga, terutama bagi ibu hamil, bayi dan balita, serta remaja putri sebagai kelompok yang memiliki kebutuhan gizi penting dalam siklus kehidupan.

Melalui pemanfaatan lahan yang tersedia di sekitar rumah, masyarakat dapat mengembangkan berbagai sumber pangan yang mendukung pola konsumsi beragam dan bergizi.

Baca Juga  Bertemu Kader Gerindra Malaysia, Himmatul Aliyah: Mari Kita Wujudkan 2024 Prabowo Presiden

Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat menekankan pendekatan tersebut membutuhkan keterlibatan lintas sektor, termasuk pemerintah desa dan TP PKK.

“Kita ingin membangun kesadaran bahwa intervensi gizi bukan hanya tugas tenaga kesehatan. Pemerintah desa, TP PKK, keluarga dan masyarakat harus bergerak bersama agar upaya perbaikan gizi memberikan dampak yang berkelanjutan,” kata dr. Nursyamsi.

Ia juga menyatakan bahwa Provinsi Sulawesi Barat mendorong potensi lokal yang dimiliki untuk mendukung pemenuhan pangan bergizi keluarga sekaligus memperkuat edukasi mengenai pola hidup sehat.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, unggul dan berkarakter untuk mewujudkan Visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”.

Baca Juga  Muzani: 2024 Indonesia Butuh Pemimpin yang Paham Geopolitik Internasional, Itu Ada Pada Sosok Prabowo

Kehadiran Sekretaris TP PKK Kabupaten Pasangkayu dan para kepala desa terpilih diharapkan menjadi penguatan komitmen untuk membawa pendekatan intervensi gizi berbasis keluarga hingga ke tingkat desa.

Melalui kolaborasi DKPPKB, TP PKK, pemerintah kabupaten, pemerintah desa dan masyarakat, intervensi gizi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari keluarga dan lingkungan masyarakat.

Dari pekarangan rumah, kita bangun keluarga sehat. Dari keluarga sehat, kita wujudkan generasi Sulawesi Barat yang unggul menuju Sulbar Maju dan Sejahtera.(***)

 

News Feed