oleh

2 Tahun Asta Cita, Sejumlah Survei Catat Penilaian Positif terhadap Kinerja Menteri Agama

SULBAR.SIN.CO.ID – Sejumlah lembaga survei mencatat penilaian positif terhadap kinerja Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hasil survei yang dirilis sepanjang September hingga Oktober 2026 menempatkan Menag dalam jajaran menteri dengan penilaian kinerja dan tingkat kepuasan publik yang tinggi.

Di tengah berbagai penilaian terhadap kinerja pemerintah, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa keberhasilan Kementerian Agama tidak cukup diukur melalui angka capaian, tetapi juga harus tercermin dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Menag dalam konferensi pers capaian dua tahun kinerja Kementerian Agama dalam mendukung Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Survei Adidaya Institute yang dilaksanakan pada 15–21 September 2026 di 38 provinsi dengan melibatkan 1.240 responden misalnya, mencatat Nasaruddin Umar memperoleh 10,8 persen pilihan responden. Angka tersebut berada setelah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebesar 13,5 persen dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebesar 11,6 persen.

Survei Piramida Research and Consulting yang diberitakan iNEWS pada 14 Oktober 2026 juga mencatat tingkat kepuasan terhadap kinerja Nasaruddin Umar sebesar 84,3 persen. Dalam survei tersebut, Menag berada pada posisi ketiga setelah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebesar 86,2 persen dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti sebesar 85,4 persen.

Baca Juga  Atlit BIN Juara, Olahraga Indonesia Maju Dalam Kancah Dunia

Hasil survei Arawicaksa Institute yang dilaksanakan pada 3–8 Oktober 2026 turut menempatkan Menteri Agama pada posisi ketiga dengan skor kinerja 7,8 dari skala 0–10. Penilaian tersebut berada setelah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dengan skor 8,1 dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan skor 8,0.

Survei Arawicaksa Institute melibatkan 1.200 responden dari seluruh provinsi di Indonesia melalui wawancara tatap muka menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error ±2,89 persen.

Terbaru, survei Matriks Politik Indonesia yang dirilis pada 21 Oktober 2026 mencatat penilaian kinerja Nasaruddin Umar sebesar 70,4 persen. Menag menempati posisi kedua setelah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebesar 75,1 persen. Survei tersebut juga mencatat tingkat popularitas Nasaruddin Umar sebesar 71,2 persen.

Baca Juga  HUT Ke-71 Jateng Gubernur Ajak Warga untuk Menguatkan Satu Sama Lain di Masa Pandemi

Survei Matriks Politik Indonesia dilaksanakan pada 10–15 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden dari seluruh provinsi di Indonesia menggunakan metode multistage random sampling.

Keempat survei tersebut menggunakan indikator dan skala pengukuran yang berbeda. Meski demikian, hasilnya sama-sama menempatkan Nasaruddin Umar dalam jajaran pejabat dengan penilaian positif pada dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Dalam dua tahun pelaksanaan Asta Cita, Kementerian Agama juga mencatat sejumlah capaian pada sektor kerukunan umat beragama. Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025, melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 sebesar 76,77.

Indeks Kesalehan Umat Beragama (IKsUB) juga meningkat dari 83,84 pada 2024 menjadi 84,20 pada 2025.

Selain itu, Kemenag memperluas akses pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Sepanjang 2025–2026, kedua program tersebut mencatat nilai bantuan sebesar Rp7,07 triliun bagi siswa madrasah dan mahasiswa perguruan tinggi keagamaan.

Baca Juga  37 Desa di Temanggung akan Gelar Pilkades Serentak Akhir Juli 2022

Pada sektor pemberdayaan ekonomi umat, Kemenag mencatat pengumpulan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya sebesar Rp44,698 triliun serta aset wakaf uang mencapai Rp4,7 triliun. Pemberdayaan masyarakat juga dikembangkan melalui 267 Kampung Zakat, 287 titik pemberdayaan ekonomi berbasis KUA, dan 25 Kota Wakaf.

Menag menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut tidak boleh berhenti pada pemenuhan target administratif, tetapi harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan keagamaan, pendidikan, kerukunan, serta pemberdayaan umat yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dalam konferensi pers pada 19 Oktober 2026 tersebut, Menag juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama, baik di tingkat pusat maupun daerah, serta seluruh mitra kolaborasi yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menag berharap sinergi seluruh jajaran dan pemangku kepentingan terus diperkuat agar berbagai program Kementerian Agama semakin inklusif, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.(***)

 

News Feed